a63e41bc18abef96cd44871219664bb7b5a1bb18

Nulis Puisi Yuk

Sunday, May 8, 2016

Di Ambang Kehancuran

Di Ambang Kehancuran



Diriku merasa
Hal-hal yang kulakukan seperti biasa lama kelamaan terhapus dari agenda
Warnanya kelabu
Bahkan mata ku yang berjumlah 4 tak dapat melihatnya

Kehancuran menghampiri
menggerogoti diriku satu persatu
menyesapi darahku tetes demi tetes

Diriku tidak memberontak
Hanya melirak - lirik sekeliling
Sambil mendongak
Menatap langit dengan mata yang kosong
Kemudian matahari menghujam tatapku


Puisi oleh : Nama Sakina
Email xiahkina@gmail.com

Monday, April 6, 2015

Tersadarnya Seorang Sahabat

Tersadarnya Seorang Sahabat
By : Ian andika Sopian

Tersadarnya Seorang Sahabat


Mimpinya jadi konglomerat
Membuatnya berjalan jauh pergi kebarat
Memulai rangkak lalu berdiri sampai berkeringat
Berusaha lepas buang beban yang terpanggul berat

Dia terlalu berpikir cepat
Ditinggalkanya apa itu sebab akibat
Ingin beli logam mulia yang terbeli logam berkarat
Begitulah dia orang bodoh yang terlalu bersemangat
Mengadu nasib ditengah-tengah jakarta barat
Hanya bermodalkan sejuta nekat

Dia Ingin jadi direktur biar jadi orang kaya sejagat
Namun apa daya sekolah menengah pun tak pernah tamat
Tak punya kemampuan walaupun berbakat
Hanya menggelandang memasang muka sangar bagai penjahat

Dia ingin pulang meninggalkan kota yang begitu padat
Namun apa daya penyesalan selalu datang terlampat
Sadarlah dia tak ada pekerjaan yang tak bersyarat
Dan terbayanglah dia akan kesibukannya yang hanya berfoya-foya membejat

Dia mulai menangis sejadinya tersendat-sendat
Terniang dikepalanya perkataan ibunya yang telah wafat
“Nak belajar yang tekun biar kelak jadi orang hebat”
Lalu terniang dikepalanya perkataan ayahnya yang sekarat
“Nak beribadah yang rajin,berdoa biar bisa jadi orang terhormat”
Hatinya pun hancur berkeping bergetar kuat

Kini dia kembali dengan secuil senyum yang penuh makna tersirat
Tentang pengalaman yang ditulisnya dalam surat
Kini dimantapkanya sebuah niat
Bersekolah walau dihujat
Kini dimantapkanya dalam taubat
Beribadah mensyukuri segala nikmat

Kategori Puisi Puisi Asa

Alamat Blog www.facebook.com/ian.andika.sopian

Thursday, April 2, 2015

Ada apa aku ini ?

Ada apa aku ini

Ada apa aku ini ?


Kenapa selalu ku pikirkan dia?
Wajahnya slalu terbayang tanpa syarat dibenakku.
Tiap malam sesimpul senyumnya seakan menyapa.
Memanggilku melahap rasa kantukku.

Kenapa selalu kurindukan dia?
Matanya yang bersinar menggetarkan dadaku.
Tiap malam ditelingaku suaranya seakan menggema.
Menemaniku sampai tiba pagiku.

Kenapa selalu ku mengharapkan dia?
Tangannya telah menyentuh bagian terdalam kalbuku.
Tiap malam kenangannya seakan mengajakku tertawa.
Menghantuiku sampai tiba tenangku.

Ya Allah,
Entah apa yang kurasakan ini?
jika ini hanya nafsu yang tersembunyi,
Maka kuatkanlah aku untuk mengalahkan nafsuku

Ya Allah,
Entah apa yang kurasakan ini?
Jika ini adalah cinta yang murni,
Maka kuatkanlah aku untuk menjaga dia dengan segenap tumpah darahku.

Karya : ian andika sopian
Email  : ianandikasopian@gmail.com

Alamat Blog www.facebook.com/ian.andika.sopian

Monday, January 12, 2015

Dalam Gelap

Dalam Gelap By DX Ari



Bagai menantikan hujan di gurun pasir

menantikan akan hadir'a kesejukan

pernah aku melihat,setes air yang mengalir

hingga ku tersadar bahwa itu hanya'h fetamorgana



aku masih disi

dalam sisi glap & sepi ini ku menanti

Menanti akan secercah cahaya

cahaya yag kan dtang bersama byangan

bayangan yang akan selalu menemani langkah ini



terkadang aku juga melihat

cahaya itu melintas di depan mata ku

akan tetapi aku tak mampu menggapai'a

aku tak mampu menyakinkan'a agar tetap menemani q

dan cahaya itu berlalu bgitu sja meninggal'n aku dlm k glpan



aku mencoba...

mencoba untuk melukis warna dlam kpas khdupan q

namu aku sadar itu hanya siasia

aku tak bisa melihat indah'a warna dunia, karna aq masih disini dalam kegelapan